Banner Ads

Panduan Perawatan Bayi

Bayi baru lahir membutuhkan perlakuan khusus.


Merawat bayi dengan cara yang salah seharusnya tidak boleh terjadi karena dapat membahayakan buah hati kita.


Moms dan Dads, bayi adalah manusia unik yang memiliki dunia sendiri serta tidak bisa disamakan dengan dunia orang dewasa. Bayi bukanlah miniatur orang dewasa, dia berbeda! Selain kesabaran, merawat dan mengurus bayi membutuhkan cara penanganan yang khusus.

Setelah keluar dari rumah bersalin, tidak ada lagi dokter dan perawat yang mendampingi Moms dan Dads. Pada saat di rumah sakit pun, karena waktu dan kesempatan yang terbatas, dokter tidak bisa menyampaikan semua hal yang semestinya Mom ketahui dan lakukan.

Karena ketidaktahuan, banyak Moms dan Dads kemudian melakukan kesalahan yang merugikan dan membahayakan bayinya.

Ada Mom yang membersihkan telinga bayinya menggunakan cotton bud yang semestinya tidak boleh dilakukan karena dapat merusak gendang telinga bayi.

Agar berat badan bayi cepat naik, ada ibu yang berinisiatif memberikan makanan padat pada bayinya meski usianya belum 6 bulan. Mereka tidak tahu kalau tindakannya ini bisa mengakibatkan bayi tersedak, memicu alergi dan susah buang air besar pada bayi.

Merawat atau mengurus bayi dengan cara yang salah tidak hanya menambah repot Moms dan Dads tapi juga membahayakan buah hati kita. Membahayakan karena tindakan kita yang salah dapat memperburuk keadaan bayi bahkan bisa mengancam keselamatannya.

Merawat dan mengasuh bayi semestinya bisa menyenangkan dan minim masalah jika kita bisa bertindak dengan tepat.




Mengetahui cara perawatan bayi yang terbaik akan menjadikan Moms dan Dads:



  • Tidak akan kaget jika mendapati hal-hal baru yang sebenarnya normal pada bayi.

  • Tidak akan risau dan galau karena bayi menangis terus, rewel, tidak mau menyusu, tidak mau makan makanannya, berat badannya tidak naik-naik, ASI kurang dan masalah lainnya karena tahu apa yang mesti dilakukan untuk mengatasi itu.

  • Tidak akan cepat panik dan tahu apa yang sebaiknya dilakukan jika mendapati bayi sakit atau mendapat masalah kesehatan lainnya.

  • Kita bisa mengantisipasi jika menghadapi keadaan tertentu pada bayi, misalnya demam setelah diimunisasi, keterlambatan bicara, saat mulai berjalan dan lainnya.

  • Moms jadi lebih percaya diri dan rileks, psikologi bayi pun menjadi lebih baik karena energi positif dari ibunya.

  • Tahu apa yang akan diharapkan dari tumbuh kembang bayi setiap tahapannya.

  • Mengurangi biaya konsultasi ke dokter yang tidak perlu. Selain tentunya..

  • Akan ada lebih banyak waktu yang Moms dan Dads bisa berikan untuk mengeksplorasi segala potensi bayi.



Satu tahun pertama adalah 'periode emas' pertumbuhan dan perkembangan bayi.


Gagal menyiapkan bayi selama periode tersebut adalah kerugian besar bagi Moms dan Dads.


Masa yang singkat ini menentukan perkembangannya kelak terutama perkembangan fisik, bahasa, intelektual, sosial, sikap dan prilaku. Di masa ini pertumbuhan dan perkembangannya sangatlah cepat.

Jika di masa ini bayi tidak mendapatkan nutrisi yang tepat dan cukup, tidak mendapatkan pengasuhan yang tepat, stimuli yang diberikan kurang atau tidak mendapatkan penanganan penyakit yang tepat, ini bisa menjadi kerugian besar bagi kita karena masa ini tidak bisa diulang kembali.



Kerugian untuk buah hati kita jika kita tidak menyiapkannya sejak dini:



  • Tumbuh kembangnya tidak akan optimal. Berat badannya kurang atau berlebih (obesitas) karena pemberian nutrisi yang salah, pertumbuhan tinggi badannya kurang, lambat bisa mulai berjalan, lambat bisa bicara, kosakatanya kurang, sulit mengungkapkan keinginannya dan lain-lain.

  • Kesehatannya jadi kurang baik, akan gampang terkena penyakit, sering sakit-sakitan, berat badan gampang merosot. Bayangkan berapa biaya yang semestinya bisa ditabung habis untuk biaya ke dokter spesialis atau rawat inap di rumah sakit. Kalaupun dicover asuransi, minimal waktu dan energi Moms akan tersita.

  • Kurangnya keterampilan fisik, kreatifitas dan kognitif. Anak jadi kurang lincah, kurang kreatif, sulit konsentrasi dan lain-lain.

  • Sulit diharapkan anak akan memiliki tingkat kecerdasan (intelegensia) yang tinggi.

  • Munculnya masalah sosial-emosional seperti anak jadi lebih cengeng, gampang marah, sulit bersosialisasi dengan lingkungannya.



Sulit makan, seperti halnya berat badan berlebih adalah masalah serius.


Mengajarkan kebiasaan baik di 1 tahun pertamanya bisa mencegah itu.


Susah makan mengakibatkan nutrisi yang masuk ke bayi berkurang. Ini akan menjadi pencetus berbagai masalah lain seperti berat badan bayi kurang, pertumbuhan tingginya jadi terhambat dan daya tahan tubuhnya jadi berkurang.

Bayi jadi gampang terkena penyakit karena zat gizi mikro yang masuk seperti besi, zinc, iodium, dan asam folat berkurang. Bayi jadi sulit bertambah berat dan bertambah tinggi karena zat gizi makro seperti karbohidrat, lemak dan protein asupannya berkurang.

Demikian juga, berat badan yang berlebih atau obesitas adalah ancaman terjadinya gangguan kesehatan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Berat badan berlebih atau obesitas dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti: masalah tulang dan sendi, napas pendek sehingga sulit melakukan aktifitas tertentu, gejala asma menjadi lebih berat, gangguan pernapasan di malam hari serta penyakit hati dan kandung empedu.

Anak dengan obesitas bisa mengalami gangguan emosional seperti kurang percaya diri, anak perempuan di kemudian hari bisa mengalami gangguan siklus haid, masalah kesuburan, dan lain-lain.

Pemberian makanan padat pertama di usia 6 bulan adalah penentu untuk memulai pembentukan pola makan yang baik. Di usia ini, dengan teknik yang tepat kebiasaan baik bisa diajarkan sehingga masalah sulit makan atau berat badan berlebih tidak akan muncul di kemudian hari.

Dalam pengasuhan bayi, berbagai permasalahan akan muncul. Moms tidak sendiri karena hampir semua ibu mengalami tekanan dan kesulitan dalam merawat dan membesarkan bayinya. Pada ibu yang baru, ini bahkan akan lebih sulit dijalani.

Dibutuhkan panduan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam pengasuhan bayi.





0 comments:

Post a Comment

Panduan Perawatan Bayi