Andai ketenangan hidup bisa dibeli, para konglomerat galau akan berlomba untuk memborongnya sehingga ketenangan itu tidak lagi bersisa bagi kaum dhuafa.
Andai lezatnya munajat bisa diambil alih, para penguasa dan pejabat yang kering hatinya akan melakukan berbagai cara untuk mengambil-alih dari rakyatnya, walau harus menodongkan senjata.
Andai nikmatnya zikrullah bisa disita, orang-orang kuat yang kosong qalbunya niscaya akan melakukan aneka tipudaya untuk mengambilnya dari hamba-hamba Ilahi yang lemah kedudukannya.
Namun, Allah Mahaadil. Harta Dia bagikan kepada siapa yang mengejarnya. Dunia Dia berikan kepada siapa yang menginginkannya. Namun, kenikmatan iman hanya Dia berikan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh menempuh jalan-Nya.
Maka, benarlah apa yang dikatakan oleh sahabat Abdullah bin Mas'ud bahwa,
إِنَّ اللهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ ، وَلاَ يُعْطِي الإيْمَانَ إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ
"Sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang Dia cinta ataupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cinta" ... (Shahih Adabul Mufrad Al-Bukhari, No. 279)
Home
» adabul
» al-bukhari
» Allah
» Ilmu Tauhiid
» iman
» lezat
» mufrad
» munajat
» sahih
» IMAN ADALAH BENTUK CINTA-NYA

0 comments:
Post a Comment