Banner Ads

SIAPA YANG MASUK SYURGA LEBIH DAHULU?

Dikisahkan ada 3 orang yang mengantri dipintu syurga, mereka adalah Ulama, Mujahid dan Orang Kaya. Mereka saling mempersilahkan satu dengan lainnya untuk masuk kedalam indahnya syurga. Orang kaya dan ulama mempersilahkan kepada Mujahid untuk masuk terlebih dahulu, “Wahai Sayid, silahkanlah masuk terlebih dahulu, karena Allah telah menjanjikan syurga untukmu atas syahidmu kepadaNya.” Tetapi Mujahid menolaknya dengan halus, "Maaf, silahkanlah tuan Ulama yang terhormat masuk dahulu, karena saya tidak akan tahu keutamaan dari berjihad tanpa pengetahuan darinya." Akhirnya mereka mempersilahkan untuk sang ulama untuk memasuki pintu syurga.

Tetapi ketika Ulama tadi akan masuk dan melangkahkan kakinya kepintu syurga, tiba-tiba ia kembali mundur dan berkata kepada si orang kaya, "Hai Fulan, rasanya engkaulah yang paling pantas untuk masuk ke syurga terlebih dahulu, karena berkat bantuanmulah dengan membangun rumah-rumah ibadah, sehingga saya memiliki peranan dalam syiar agama. Dan akhirnya mujahid mau berjihad karena Allah. Itu juga berkatmu." Akhirnya, jadilah orang kaya yang masuk ke dalam syurga indah terlebih dahulu. Subhanallaah.

Kisah ini sangat menginspirasi saya untuk berusaha keras menjadi orang kaya raya, tentu dengan harapan bisa menjadi orang kaya yang menjadi jalan kebaikkan dalam kebenaran. Dalam hal ini kaya yang dimaksud adalah melimpahnya harta benda dari hasil yang halal dan thayib. Dan sebagian besar manusia yang ada di muka bumi ini sangat ingin menjadi orang kaya raya, karena selain kebutuhan pribadinya terpenuhi, juga untuk orang-orang sekitar yang dia cintai dan siapapun yang punya hubungan erat dengan dia.

Harta dalam bahasa Arab disebut al-amaal yang berasal dari kata مَالَ - يَمِيْلُ - مَ يْلاَ yang berarti condong, cenderung, dan miring. Harta menurut syariat: segala sesuatu yang bernilai, bisa dimiliki, dikuasai, dimanfaatkan yang menurut syariat yang berupa (benda dan manfaatnya).
Harta menurut ulama: sesuatu yang berwujud dan dapat dipegang dalam penggunaan dan manfaat pada waktu yang diperlukan. Al-Qur’an menyebut kata al-mal (harta) tidak kurang dari 86 kali. Penyebutan berulang-ulang terhadap sesuatu di dalam al-Qur’an menunjukkan adanya perhatian khusus dan penting terhadap sesuatu itu. Harta merupakan bagian penting dari kehidupan yang tidak dipisahkan dan selalu diupayakan oleh manusia dalam kehidupannya terutama di dalam Islam.

Al-Qur’an memandang harta sebagai sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Khaliq-Nya, bukan tujuan utama yang dicari dalam kehidupan. Dengan keberadaan harta, manusia diharapkan memiliki sikap derma yang memperkokoh sifat kemanusiannya. Jika sikap derma ini berkembang, maka akan mengantarkan manusia kepada derajat yang mulia, baik di sisi Tuhan maupun terhadap sesama manusia.

Harta merupakan komponen pokok dalam kehidupan manusia, unsur naluri yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Dengan harta, manusia dapat memenuhi segala kebutuhannya, baik yang bersifat materi atau immateri. Dalam kerangka memenuhi kebutuhan tersebut, terjadilah hubungan horizontal antar manusia (mu’amalah), karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna dan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, akan tetapi saling membutuhkan dan terkait dengan manusia lainnya.
Dalam konteks tersebut, harta hadir sebagai objek transaksi, harta untuk dijadikan objek dalam transaksi jual beli, sewa-menyewa, partnership (kontrak kerja sama), atau transaksi ekonomi lainnya. Selain itu, dilihat dari karakteristik dasarnya (nature), harta juga untuk dijadikan sebagai objek kepemilikan, kecuali terdapat urge yang menghalanginya.



0 comments:

Post a Comment

SIAPA YANG MASUK SYURGA LEBIH DAHULU?